rasna itu anak yang pandai berhitung, dia selalu datang tepat waktu bahkan sebelum waktu yang ditentukan dia sudah datang, dia juga pendiam, tidak mau ber urusan dengan organisasi yang ada di kelas maupun yang disekolah. sedang kan diska lebih suka bersosialisasi, ia pandai bicara, pemberani, agak cerewet, ia kurang disiplin.
rasna dan diska berteman sejak mereka MOPD. mereka bertemu pada saat satu kelas dan juga satu kelompok. kelompok mereka adalah kelompok bunga tulip. mereka pun duduk sebangku dan saling berkenalan.
"namanya siapa?" tanya diska
"aku rasna. nama kamu siapa?" rasna kembali bertanya
" aku diska. bolehkan aku duduk sini?"
" iyaa boleh kok, oh iyaa kamu dari sekolah mana?"
"SD Tunas bangsa, kamu?"
" aku dari SD harapan bangsa"
tak lama kaka pembimbing pun datang. suasana kelas yang cukup ramai pun sekejap menjadi hening.
kaka : " selamat pagi adik adik?"
siswa: "pagi juga kaka." dengan semangat dan serempak mereka menjawabnya.
kaka: " apa kabar?"
siswa: "baik kaka."
kegiatan MOPD pun berlangsung. tak terasa sudah jam istirahat. mereka pun mulai akrab dan pergi ke kantin bersama.
"ras, ke kantin yuk! aku mau tahu jajanan disini apa aja?"
" yuk dis, tunggu yaa aku rapiin buku dulu"
" iyaa aku tungguin kok"
" yuk udah rapi nih"
sesampai di kantin mereka bingung mau jajan apa karna kantin itu banyak sekali jajanannya. dan di kantin itu ada kaka pembimbing juga.
" mau jajan apa de?" tanya kaka kelas perempuan
"tau nih ka bingung." jawab diska
"kita beli bubur ayam aja yuk dis" ajak rasna
" iyaa ayoo"
mereka makan bubur itu dikelas.
" makan apa de?"
" makan bubur ka. mau ka?" ujar diska
" engga ah de. udah makan nasi goreng"
" emm yaudah ka."
tak lama mereka berdua mengembalikan mangkuknya. dan mengobrol di depan kelas. "ras, ka reyfa manis yaa"
"iyaa"
"kamu suka ga?"
"engga"
" wah nanti dihukum loh kalo ga suka"
" iya deh suka"
" ciye rasna suka sama ka reyfa. ciye ciye"
" ngga ah diska, kamu mah jail banget. kan tadi kamu yang bilang manis"
"ah siapa bilang? aku bilangin ah ke ka reyfa. "
" ihh diska mah jebak aku"
" hehee engga kok bercanda rasna. udah panik aja."
"hehehe aku kira kan beneran"
tak lama bel berbunyi. dan kegiatan MOPD itu berlangsung sampai siang. pada siang hari bel berbunyi kembali tanda pulang sekolah. setelah mereka di beritahu barang dan perlengkapan yang harus di bawa esok harinya.
"diska, rumah kamu dimana?"
" jalan kayu manis, kamu mau bareng?"
" engga aku lawan arah sama kamu dis"
" mm yasudah aku naik duluan yaa?"
" yaa"
rasna lalu menyebrang jalan dan langsung naik angkot. setelah 20 menit rasna sampai dirumah.
" assalamu' alaikum" sambil membuka sepatu
"wa' alaikum salam" jawab ibu.
" bu besok suruh bawa aneh aneh nih. aku ga ngerti"
" ni sih istilah ras, ini tuh beng beng, chiki taro, sapu ijuk, ember, pengki, teh kotak, coklat, permen. nanti beli aja diwarung"
" iyaa bu"
" makan dulu sana. ada ayam balado sama sayur bayam"
" yaa bu"
tiga hari sudah berjalan MOPD kemudian proses belajar dimulai. hari pertama sekolah memakai seragam putih biru.
" hai, rasna!"
" yaa kenapa diska?"
" aku duduk satu bangku lagi yaa sama kamu"
" iyaa diska"
" hai de diska?" kata ka reyfa yg baru datang
" hai juga kaka" jawab diska dengan semangat
" udah sarapan belum?" tanya ka reyfa
" udah ka. emang kalo belum mau di beliin?"
" ahaha, yaa ga juga sih. nanti kan mau upacara nanti kalo belum sarapan nanti ga kuat lagi trus pingsan."
" ngga lah kaka terlalu berlebihan."
" hehehe"
***
bel berbunyi dan upacara berlangsung. setelah upacara berlangsung mereka ke kelas masing masing.
" kayaknya ka reyfa suka yaa sama kamu dis"
" iyaa aku gatau juga ras"
"sekarang belum di kasih tahu jadwal baru yaa dis? "
"iyaa paling juga nanti di kasih tahu ras."
tak lama walikelas mereka datang namanya bu wisda. bu wisda langsung memberikan jadwal baru dan membentuk organisasi kelas beserta jadwal piket. diska terpilih menjadi sekertaris. jadwal piket diska dan rasna berbeda. rasna hari selasa dan diska hari kamis. hari itu terasa sangat cepat belum belajar efektif dan mungkin besok baru belajar efektif. besok adalah hari selasa rasna mulai piket. perlengkapan kebersihan sudah di beli semua hari itu juga. terik matahari sudah terasa sampai kulit, pagi hari berlalu dan siang menyapa. bel bebunyi " kring kring kring" dan waktu tepat menunjukan pukul 12.15. mereka keluar dari kelas dan segera pulang tak sabar untuk makan siang karena perut mereka yang sudah berbunyi.
***
pagi pun datang menyapa. berbunyi ayam yang berkokok dan langkahkaki orang- orang yang ingin membeli sarapan beserta sayuran. rasna membuka mata dan langsung melihat jam dinding. waktu menunjukan pukul 05.00 WIB. rasna segera bangun lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu mengambil air wudhu untuk sholat shubuh. selesai sholat rasna melihat sudah pukul 05. 30 WIB. kebetulan hari ini rasna juga piket ia buru- buru melipat mukena dan segera menaruhnya.
"rasna sarapan dulu" kata ibu
" tidak bu, aku buru- buru mau piket" sambil mengenakan sepatu
" sedikit saja ras" dengan membawa piring yang berisi nasi goreng
" ku berangkat bu" sambil mencium tangan ibunya
" assalamu' alaikum" ujar rasna
" wa' laikum salam" jawab ibu
rasna berjalan dengan cepat dan segera naik angkot. setelah 15 menit rasna sampai di sekolah. rasna melihat jam tangannya waktu menunjukan pukul 06.00 WIB. suasana sekolah masih sepi belum begitu banyak yang datang. yang berkeliaran diluar hanya segelintir orang dan bisa dihitung. rasna segera memasuki kelas dan mengambil sapu dan menyapu.yang piket hari itu belum ada yang datang entah karna apa mereka belum datang. mungkin perjalanan dari rumah ke sekolah jauh atau mereka lupa hari itu mereka piket atau mereka malah datang ke sekolah SD mereka karna lupa kalau mereka sudah Sekolah di SMP sini. tak lama terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat dan ternyata diska.
" rasna kamu kok udah dateng?" sambil menaru tas ke meja
" iyaa aku kan piket hari ini"
" oh, iyaa aku lupa. buku absen belum di kasih yaa?"
" iyaa belum mungkin nanti dis"
" iya betul. ga ada PR kan ya?"
" ga ada. kan belum belajar efektif"
" iya udah bagus deh, aku ke depan kelas dulu ya."
" yaa" jawab rasna sambil menyapu
saat diska duduk di depan kelas ka reyfa datang menghampiri diska.
" hai diska" ujar ka reyfa
"iyaa kaka kenapa?" jawab diska
" rumah kamu dimana sih?"
" mau tau aja sih"
" iyaa lah. serius nih dimana?"
" jalan kayu manis"
" oh disitu, kaka juga punya teman disitu namanya yasla."
" yaa aku kenal."
" dekat ga rumahnya dari situ?"
" dekat, 5 meter lagi juga sampai"
" hah? 5 metet?" dengan wajah kaget
" yaa 5 meter. orang sebelahan"
" ya, ampun dekat banget ya?"
" iyaa"
"kamu dari SD mana?"
" tunas bangsa"
" kaka juga dari SD situ de"
" iyaa apa?"
" iya de, kamu ga tau ya?"
" ga tau ka"
setiap hari begitu saja reyfa selalu menghapiri diska ke kelasnya dan mendekati diska. diska yang awalnya biasa saja, mulai ada rasa terhadap reyfa. berminggu minggu sudah terlewati kebiasaan reyfa masih sama saja trus mencari diska disetiap bertemu dengan rasna. pagi itu sangat cerah matahari yang mulai mengintip dengan riang dan embun yang masih ada pada dedaunan serta udara sejuk yang terasa. pagi itu belum banyak siswa yang datang karena rasna selalu datang pagi ia tak mau datang terlambat.
" ehh ada rasna" kata reyfa
" ya ka. kenapa? cari diska ya?"
" engga kok, kaka mau ngomong sesuatu nih"
" apa ka?"
" kaka malu tapinya, kaka suka sama orang itu tapi ga tau dia suka atau engga sama kaka. dia anaknya pendiam."
" oh gitu, pasti diska"
" diska juga suka sama kaka tahu ka."
" bukan de, bukan diska! tapi kamu!"
" aku?""
" iyaa, diska mah ade kelas kaka dari SD. kaka sukanya sama kamu."
" tapi kenapa kaka deketinnya diska?"
" kaka kan udah dari SD sama dia de jadi kayak udah akrab"
" tapi aku ga suka sama kaka, karna diska suka sama kaka"
" jadi gara- gara diska suka sama kaka kamu ga suka sama kaka?"
" iya"
tak lama diska datang tetapi ka reyfa sudah tidak ada di kelas itu. rasna diam saja dan seolah tak terjadi apa- apa. hari ini pelajaran pertama adalah Matematika. diska tidak begitu suka pelajaran itu karna menurut dia adalah pelajaran yang sulit ia lebih suka pelajaran IPS. Dan sebaliknya rasna sangat suka pelajaran matematika daripada pelajaran yang lainnya.
" diska? kamu suka sama ka reyfa?" tanya rasna
" hehehe, memang kenapa?"
" ga, aku cuma tanya aja"
" iya, aku suka sama dia. dia baik banget sih abisnya, udah gitu perhatian"
" oh gitu ya. oh iya kamu kan piket hari ini dis."
" hehe iyaa aku hampir lupa. aku hapus papan tulis aja ah piketnya."
tak lama bel berbunyi dan segera berlangsung pelajaran matematika. tak terasa pelajaran matematika sudah terlewati dan bel berbunyi kembali dan itu tanda istirahat. ka reyfa datang ke kelas dan kali ini nampak berbeda. ia biasa menyapa diska dan saat ini menyapa rasna.
" rasna kamu mau kekantin? kaka bareng ya?"
" ya" jawab rasna
" cuma rasna aja nih yang di ajak aku engga ka?" sahut diska
" iya ade juga"
setelah jajan siomay mereka duduk di depan kelas. dan mengobrol membahas soal tadi pagi.
" kamu beneran ga suka?" kata reyfa bertanya pada rasna
" engga" jawab rasna
" suka apa sih?" tanya diska penasaran
" emang kamu suka de sama kaka?" tanya reyfa kepada diska
" emang kalo iya kenapa kalo engga kenapa?"
" sebelum kaka tau jawaban kamu. kaka mau bilang kalo kaka sukanya sama rasna bukan sama kamu. jadi kalo kamu suka sama kaka, buang jauh jauh perasaan kamu buat kaka ya de. kaka anggep kamu ade kaka."
" kaka jahat banget ngomongnya" kata rasna
rasa sesak yang dirasakan membuat bibir diska tertutup rapat dan tak mampu menjawab sepatah katapun. dia terus menahan air yang mulai membentuk bendungan di matanya yang sebentar lagi membanjiri pipinya. perlahan diska meninggalkan mereka berdua tetapi rasna mengikuti diska dari belakang. sejak saat itu diska menjadi lebih pendiam
" diska? kamu marah ya sama aku?"
" engga kok"
bel masuk berbunyi mereka langsung mengeluarkan buku IPA . tak terasa sudah pukul 12. 10 Wib. mereka langsung pulang kerumah masing masing. sesampai di rumah rasna masih saja terpikir diska.
***
seperti biasa rasna sudah datang pagi sekali. tak lama diska datang dan segera menaruh tasnya di meja.
" diska?" ujar rasna
" iya"
" hari ini ga ada PR kan?"
" gatau deh" sambil berjalan keluar kelas
"kamu mau kemana?" sambil mengikuti diska
" gatau, udah deh ras ga usah ikutin aku!"
" memang kenapa?"
" aku sebel sama kamu!"
" iya aku tau kok, aku minta maaf"
diska diam dan tak menjawab permintaan maaf rasna.
istirahat tiba dan reyfa datang ke kelas .
"rasna?" sapa ka reyfa
" kenapa?"
" kamu bener ga suka sama kaka?"
" iya, aku tuh kesini buat belajar ka bukan buat urusan yang lain. aku juga disini buat punya teman bukan malah di musuhin. kaka itu udah ganggu persahabatan aku jadi kaka ga usah suka sama aku! ngerti kan!"
dengan lemas reyfa meninggalkan rasna. maksud reyfa mendekati diska adalah untuk bisa mengetahui berita tentang rasna akan tetapi diska salah mengartikan maksud reyfa. reyfa tak terpikir akan terjadi seperti ini.
***
1 minggu terlewati. diska yang tadinya bersikap dingin terhadap rasna sekarang sudah seperti biasanya.
" rasna?" sapa diska
" iyaa diska. kamu udah ga marah sama aku?"
" ga ras, lupain aja kejadian kemarin. lagi pula bukan kamu yang salah kan aku juga yang salah, kemarin aku cuma mau sendiri dulu."
" ga ada yang salah diska. aku seneng banget kamu udah ga marah sama aku"
***
sudah 4 bulan mereka bersahabat. mereka sangat akrab dan mengetahui sifat satu sama lain. tak ada perselisihan lagi diantara mereka. setiap ada pembagian kelompok mereka selalu menjadi satu kelompok.
pada hari ini langit terlihat mendung padahal waktu sudah pukul 11.30 dan tak lama hujan pun turun.
" aduh, aku pulang gimana nih. aku ga bawa payung" kata rasna
" sama aku juga ga bawa payung ras, oh iyaa lusa tanggal 26 Desember aku ulang tahun kamu datang yaa kerumahku. aku juga undang teman - teman 1 kelas ini."
" iyaa. itu sudah hari libur semester kan? Insya Allah aku datang"
" iyaa. tanggal itu sudah libur"
mereka segera pulang ke rumah masing masing. rasna terus memikirkan kado apa yang akan dia berikan pada diska. dia tak punya uang karna undangannya mendadak sekali. dia membuka HP dan melihat wallpaper ada gambar diska dan rasna. ia langsung terfikir untuk mencuci foto mereka berdua dan bingkainya dia buat dari kardus bekas lalu di hias. rasna segera ke tempat fotocopy-an mencuci foto mereka dengan ukuran 10 r. setelah selesai rasna membuat bingkai. di pinggir bingkai tersebut rasna menulis nama mereka berdua.
***
hari ini ulang tahun diska tepat tanggal 26 desember. rasna sudah memakai baju dan ingin berangkat ke pesta ulangtahun sahabatnya.
" bu aku ke rumah diska ya. assalamu' alaikum" sambil mencium tangan ibunya
" ya hati- hati. wa' alaikum salam"
sesampai ditengah perjalanan HP rasna berbunyi dan melihat telpon dari Om Riski tetangga sebelah rumahnya.
" halo"
" iya ada apa om?"
" kamu dimana? ibu mu sakit, cepat pulang"
" iyaa om aku segera pulang" dengan panik.
rasna segera menghubungi diska
" dis maaf aku tak bisa datang karna"
nut nut nut... telpon langsung terputus
sampai di rumah banyak sekali tetangga yang datang menjenguk. tumben banget cuma sakit aja udah banyak yang jenguk. banyak orang yang menangis dan merangkulku sambil berkata " sabar ya rasna sabar". sebenarnya ini ada apa sih aku tak mengerti. ketika ku di depan pintu terlihat wanita yang sudah terbujur kaku. padahal tadi aku baru mencium tangannya dan sekarang sudah tak ada. tubuhku seolah melayang tatapanku hanya pada satu titik. kakiku benar benar tak kuasa menopang tubuh ini tanpa disadari aku terjatuh. adikku yang menghampiriku dan memelukku. aku terus menangis aku tak kuat menahan aliran air dari mataku yang sangat deras.
" kaka beritahu ayah tentang hal ini." kata fadli
" iyaa kaka akan hubungi ayah." sambil mengelap air matanya
hari itu ayahnya langsung datang dan ibuu rasna langsung di makamkan pada hari itu juga. pada malam harinya rasna mencoba menghubungi diska ternyata nomer diska sudah tidak aktif. ternyata diska sudah berganti nomer telpon karena dia kesal dengan rasna yang tidak datang ke acara ulang tahunnya.
***
9 hari berlalu. liburan tahun baru hampir habis. rasna pindah ke rumah neneknya yang berada di Bandung sebelum dia berangkat dia menitipkan kado untuk diska kepada syahra teman yang dekat dengan rumahnya.
" aku titip ini ya untuk diska. tolong sampaikan padanya. aku minta maaf karna tak bisa datang ke acara ulang tahun dia karna pada hari itu juga ibuku meninggal."
" iyaa diska akan aku sampaikan."
hari ini hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang. diska sampai di sekolah pukul 06.30. diska memasuki kelas dan tak terlihat rasna disitu. diska langsung pindah tempat dan tak mau duduk dengan rasna. syahra anak kelas 7c datang ke kelas 7a. dan langsung memberikan kado titipan dari rasna.
" ini apa?"
" kado dari rasna"
" mana dia orangnya? kok mesti dititipin segala?"
" dia kan pindah sekolah, dia juga pindah rumah. emang kamu ga tau?"
" ngga aku gatau. emang kenapa kok pindah?" tanya diska dengan heran
" 2 minggu yang lalu kan ibunya meninggal. dan itu pada saat ulang tahun kamu kata rasna jadi dia ga sempet datang ke ulang tahun kamu. dia juga minta maaf."
air matanya menetes seolah menyesal akan sifat dirinya. ia sudah tak punya nomer telpon rasna. ia segera membuka kado dari rasna. dia menangis melihat foto mereka berdua. dan kini bingkai itu di pajang di kamar diska.
sudah 6 bulan berlalu diska hanya duduk sendiri dan liburan kenaikan kelas tiba. dan diska teringat rasna. sampai saat ini diska sudah tak mendengar kabar apapun tentang rasna. penyesalan itu terus saja membebankan diska.