Senin, 04 Januari 2016

ketidak adilan karna pendidikan

Saat ini saya sedang kuliah. Saat smk saya mempunyai cita cita sebagai guru. Tak cukul hanya bermodal ijasah smk maka saya meneruskan untuk kuliah. Tapi impian saya mulai saya hapus sejak saya kelas 2 smk saya berfikir banyak sekali guru yang kurang pengetahuannya dan kurang amanah menjalani tugasnya sebagai guru. Maka dari itu saya bertekad selama saya kuliah saya harus bekerja untuk manambah pengalaman saya supaya saya mendapat ilmu pengetahuan lebih yang bisa saya ajarkan kepada murid saya. Tidak sampai disitu saya berniat untuk mengambil waktu kuliah malam hari meskipun saya tau resiko yang akan saya sapat. Tapi sampai saat ini impianku belum terwujud. Kesana kemari saya mencari pekerjaan tak ada yang mau menerima mahasiswi bahkan mereka lebih memilih mereka yang lulus smk daripada kita ini. Bagaimana pendidikan indonesia ingin maju jika kita saja tidak dapat peluang untuk bekerja ini membuat mereka yang kuliah berpu Dimas us asa mereka tidak pernah memerdulikan kita. Kita juga ingin produktif kenapa tidak bisa mereka memberu peluang i Dimas u kepada kami. Lebih sakit lagi saat saya berempat dengan sahabat saya berbicara salah satu dari mereka ada yang bilang bahwa ada lowongan pekerjaan di kantornya tapi teman saya bilang sebut saja a. Dia langsung bilang "tawarin aja si i" tanpa ia sadari bahwa disi u ada saya mengapa ia tak mengikatku? Itu sangat menyakitkan sekali.
Saya berniat dalam hati saya tidak ingin bertemu mereka sampai saya dapat  pekerjaan.c bahkan takbanyak dari mereka yang tidak mempunyai talenta dan skill ia mudah mendapat pekerjaan.  Itu membuat saya pendidikan membuat saya berpikir panjang lagi.

Saya hanya ingin menjadi berguna sebelum saya dijemput oleh Allah entah kapan Allah akan menjemputku kelak. Aku ingin ada orang yang mencintaiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar